October 29, 2011

Apakah penyakit jiwa itu diturunkan???


Pertannyaan itu terlintas di kepala saya ketika meliat tetangga saya yg (maaf) ibu nya gangguan jiwa, dan kedua anak nya juga mengalami gangguan jiwa.

Iseng iseng muter2 nanya sama mas Google ternyata diarah kan ke om Kompas jadi begini jawaban dari om kompas



 

KOMPAS.COM

Penyakit gila tidak sama dengan sakit jiwa. Sebutan penyakit gila pun sudah mulai ditinggalkan. Penyakit ini biasanya merujuk pada suatu kondisi gangguan kejiwaan yang dinamakan Skizofrenia. Tidak semua sakit jiwa itu Skizofrenia. Bahkan secara statistik, pasien Skizofrenia hanya sekitar 1% dari populasi penduduka dunia. Gangguan Jiwa yang paling banyak adalah depresi dan gangguan cemas yang malahan seringkali tidak disadari oleh orang.

Balik ke masalah apakah Skizofrenia merupakan penyakit keturunan. Pada berbagai penelitian ditemukan adanya keterkaitan antara saudara sedarah yang mempunyai kondisi gangguan yang sama. Itulah sebabnya ketika pemeriksaan dengan dokter, biasanya dokter akan bertanya apakah ada keluarga pasien yang sedarah yang juga mengalami kondisi yang sama dengan pasien.

Biasanya, jika ada gangguan yang sama di keluarga, apalagi yang sedarahnya cukup kuat maka artinya terdapat faktor keturunan dalam kondisi sakit pasien. Adanya keluarga yang sedarah yang juga memiliki gangguan yang sama biasanya merupakan faktor risiko yang bermakna.

Itulah juga mengapa jika seorang penderita skizofrenia kawin dengan penderita skizofrenia juga, maka kemungkinan anaknya mengalami gangguan jiwa skizofrenia juga akan semakin besar, walaupun belum tentu seorang pasien skizofrenia lahir dari ayah ibu yang salah satunya skizofrenia.

Penelitian genetik tentang hal ini masih terus dilakukan dan masih akan terus menghasilkan penemuan-penemuan yang hasilnya mungkin akan dapat kita ketahui beberapa tahun ke depan.


 


 

HEHEHEH banyak beribadah, terus kalo punya masalah jangan dipendem ya mas, mbak.....

Berbagi apa salahnya???

Reactions:

0 comments:

Post a Comment