December 16, 2010

Awas! Jalan Tak Rata Bisa Akibatkan Syaraf Tulang Belakang Terjepit


Jakarta - Sebenarnya apa sih risiko yang dihadapi penunggang motor kala berkendara? Dr. Josie Rizal, Sp.OT dari RS Siaga Raya, menjelaskan, ada beberapa hal yang kemungkinan besar bisa disebabkan oleh penunggang motor yang melalui rute jalan jelek dengan suspensi kurang memadai.

"Utamanya pada tulang belakang bawah, karena bagian ini menerima beban terberat saat duduk di atas motor," ungkapnya. Pada bagian itu kemungkinan bisa menyebabkan syaraf terjepit, serta disc (cakram penyangga di tulang belakang) pun bisa aus.

Terparah, kalau kondisinya sudah menjepit syaraf. "Efeknya bisa membuat kaki lemas, karena syaraf di tulang belakang bagian bawah mempengaruhi kaki," ungkap Jose kemudian. Gejala-gejalanya bisa terasa ketika sering mengalami nyeri punggung, ketika sudah berkendara terlalu lama.

Lantas, penanganan yang dilakukan, tentu dengan analisis terlebih dahulu. "Diteliti dulu, apakah ada riwayat syaraf terjepit sebelumnya, lantas diteliti lagi, apakah disc-nya sudah aus. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan MRI," tuturnya.


Langkah terbesar adalah penanganan dengan operasi, tetapi jika dilihat tidak memerlukan tindakan operasi, cukup dengan istirahat beberapa waktu yang ditentukan oleh dokter. Menurut Jose ada beberapa hal yang bisa membantu mencegah ‘penderitaan' pada tulang belakang ini.

"Sokbreker mesti dalam kondisi baik, lantas perlu dijaga tekanan angin ban serta kondisi jok dan salah satu hal cukup menentukan adalah riding position serta cara melewati rintangan di jalan," ujar lelaki yang gemar menunggang motor kala SMA itu.

Ada hal lain bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang, tentu pada otot-otot penyangganya. "Lakukan renang, karena renang mampu mebuat postur tubuh kita lebih baik serta otot-otot lebih kuat," ujarnya. Begitu pun otot perut sebaiknya dilatih agar lebih kuat menyangga tubuh saat berkendara.

Saat berkendara pun, ada sikap-sikap tubuh yang perlu dilakukan, ketika akan melewati jalan jelek misalnya, sebaiknya tubuh diangkat sedikit agar tidak terlalu menyangga pada tulang punggung. "Mirip orang naik motocross," ujarnya. Tetapi, kalau jalan jelek terlalu panjang, lebih baik lambatkan kendaraan agar guncangan tidak terlalu keras.

Nah, untuk sokbrekernya, sebenarnya kondisi sokbreker standar sudah cukup, tetapi jika ingin mengganti, tentu perlu diperhatikan pula penggunaan sehari-hari kendaraanya. "Sebaiknya tidak menggunakan sokbreker yang dirancang untuk balap, karena relatif kurang nyaman untuk sehari-hari," tuturnya.  (motorplus.otomotifnet.com)

Sumber : motorplus.otomotifnet.com

Reactions:

0 comments:

Post a Comment